Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Oktober 2017

Rumah



rumahku tempat tinggalku
berpondasi cinta tanpa sekat
berdinding kasih tak berkarat
beratap  sayang tak berkalimat
berornamen puji serta nasehat

rumahku istanaku
di tengah hamba duduk sang raja
bersanding permasuri cantik bersahaja
menyebar cerita lucu jenaka
gelak tawa menyahut gembira
 Simple Backyard Ideas

Rabu, 04 Oktober 2017

28 years our wedding


tiga  windu lewat masa kabisat  tak terasa
hari penuh canda  kadang badai datang melanda
menghempas  karang menggerogati cinta
melewati bahagia  dusta juga air mata
ujian berseling tantangan kokohkan jiwa
 

Senin, 02 Oktober 2017

merantau


kupamit pergi merantau
jauh tak terjangkau suntuk  tak terpantau
kusimpan rindu  kutekan galau
sehari serasa berminggu minggu
celingak celinguk kuhadirkan wajahmu
gagal membayangkan  mripatmu  kelam  hatiku


Gambar terkait

Senin, 21 Agustus 2017

The wedding



Foto Ari Wioso.

Api cinta
Cinta kasih
Kasih sayang
Oh kekasihku
Api cintaku yang meluluh lantakan rasa adakah yang salah ?
Cinta kasihku yang menaut tambatkan berjuta rasa tentu tak ada yang salah
Kasih sayangku yang mengikat erat dua rasa
Siapa berani menyalahkan?

Rabu, 16 Agustus 2017

UNTUK ANAKKU


Foto Ari Wioso.
anaku terkecil
duduk sesenggukan diserambi
sambil melihat foto 
temannya bahagia membawa piala
mengapa sayangku
matamu lembam tak biasa ?

ayah , aku tak juara
kuisi hariku latihan tak berujung
tulangku memanjang jariku merenggang
salto dan sit up jadi menu utama ,ayah ...
mengapa si Abu juara

DOA UNTUK ANAKKU


Anakku ……..
senjaku segera tiba
sungguh aku tak ingin kau menyalakan lilin atau suar
karena engkaulah suarku
menjelang malam gelap
kuintip tidurmu terhias senyum
napasmu tertata halus
sehalus kautatap esok hari

Selasa, 15 Agustus 2017

anakku tercinta


Seluas Rusia, setinggi azimut langit
kasih bak semak liar
menerjang bahkan tembok rumah kita
menerobos hari hari gelap
melunturkan bau keringat

ANAK GADISKU


( she's got her birthday)
Anakku sayang..
Malam telah lebih separuh jalan
Aku tengok kau tertidur kecapaian
Menuntut ilmu pembuka harapan
Tak pernah kudengar kau mengaduh pun mengeluh meratap
Anaku gadisku
Kau yaitu belaian tumpuan kalbu
Padamu tak pernah kutitip pesan citaku
Kuserahkan asamu dengan suka citamu
Jadilah penderma belas asih sesamamu
Penyebar kehangatan penyantun nestapa haru biru
Anaku sayang
Pagi menjelang fajar sebelum hilang embun
Bergegas sengaja kau mengambil air wudhu
Menggelar sajada membersihkan kerak kotor hatimu
Tak pernah ketinggalan mendirikan subuh bersamaku
Anak gadisku
Kau yaitu pemersatu penawar rindu
Padamu tak pernah kupilih paksakan jodohmu
Kuserah pasrahkan Arjuna tambatan hatimu
Pilihlah lelaki calon suami seiman idamanmu
Penuntun ibadah akhirat pendamping biduk dunia palsu kelabu

That s what friend are for


Jatuh hujan di tapak jalanku
Membuat kau sibuk mencari untuku sebuah payung
Jalan menanjak membukit
Mencoba kau tak lelah mencari untuku seutas tali

In het portfolio Portret familie krijgt u een indruk van het resultaat van een familiefoto gemaakt in onze fotostudio. Henk van Kooten Fotografie, Wijchen.

Ibu


Kita benar melihat ibu yang berajak tua
Ibu yang perkasa kini tampak renta
Setiap kata adalah pinta 
Sepenggal kalimat berbareng air mata
Berat kehidupan membuat ibu lupa
Beban jiwa memaksa ibu alpa

Minggu, 13 Agustus 2017

A MazE in a LabyrINth


4 my beloved friend still
sabar sungguh tak berbatas
Kau ciptakan labirin meski aku mengingatkanmu
Koridor koridor itu terang memang tak tersaru
Kadang kau melantunkan sederetan lagu
Sambil merangkai noktah menjadi alibi semu
Menenteng angan membangun mimpi tak tentu
Kau ciptakan labirin kebetulan aku melihatmu
Lorong lorong nyata itu sungguh tampak semu
Ada masih menembang kau ayunkan tapak tapakmu
Sesekali tercenung kau pijak koridor kelabu
Mengenggam menggandeng rajutan asa penuh ragu
Jauh kaki menelusuri setapak dua tapak ke ujung ujungnya ujung
Tersesat terperangkap terjebak berhenti tak ada saung
Teriak seru panggilanku menggema bertalu talu memantul bergaung
Tershisap kuat ketarik masuk entah ke dasar palung
Aku melihat tak mampu membantu
Aku hanya berdiri temenung mematung kaku

Topeng


Lupakah kau memasang topengmu
Telanjang dukamu
Terbuka sedihmu
Terpapar lukanu
Tersurat deritamu
Terinci malangmu















TUHAN

Pasti siang maupun malam diantara terang dan gelap disela embun serta asap dipinggir duka ditengah gelak tawa diatas kuasa dibawah merana. ...